Tempat Sharing Tutorial Blog, Download Movie & Software Gratis

Showing posts with label Celoteh'Q. Show all posts
Showing posts with label Celoteh'Q. Show all posts

SK Pengangkatan Yang "Hampir Selalu" Digadaikan

Baca salah satu surat kabar lokal tadi sore. Disana mengatakan bahwa sekitar 85% Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ada di sukabumi "hobby" menggadaikan SK Pengangkatan mereka ke bank. Dan untuk membayarnya, mereka biasanya merelakan memotong 60% sampai 75% uang gajinya "hanya" untuk membayar angsuran mereka setiap bulan dan hal itu berlangsung terus menerus hingga pinjaman mereka lunas.

Menurut Iwan - Kepala Badan Kepegawaian Negara Kabupaten Sukabumi-, yang di lakukan PNS untuk menjaminkan SK pengangkatan ke bank bukan disebabkan rendahnya gaji yang diperoleh, karena saat ini gaji PNS terendah di lingkungan Pemkab Sukabumi mencapai Rp 1 juta per bulan. Jumlah itu lebih besar dari upah minimum kabupaten (UMK) Kabupaten Sukabumi 2011 sebanyak Rp 850 ribu. Selain itu, penghasilan PNS ditambah dengan tunjangan operasional dan sertifikasi bagi para guru.


Kalo baca artikel ini, jujur aja Ierzha jadi mikir...

Sebelumnya biar Ierzha berbicara dengan menggunakan analogi orang bodoh (seperti Ierzha ini :a:). Andaikata nilai dari meng-gadaikan SK Pengangkatan PNS untuk golongan biasa sebesar 30 juta dan di cicil selama 2 tahun dan gaji "kotor" yang diterima PNS perbulan itu 3 juta. Maka minimal mereka harus "merelakan" gajinya di potong sebesar Rp. 1.250.000 /bulannya selama 2 tahun. Secara otomatis gaji "kotor" yang mereka terima itu tinggal Rp. 1.750.000 /bulan (belum termasuk cicilan motor - jika punya - dan tunggakan lainnya). Anggaplah mereka mempunyai angsuran motor sebesar 500 ribu perbulan-nya. Dengan demikian gaji yang mereka dapatkan itu tinggal Rp. 1.250.000 /bulannya.

Dengan gaji sebesar itu, mereka harus memenuhi kebutuhan anak dan istrinya selama satu bulan mulai dari pangan sampai keperluan tempat tinggal mereka... Jika Ierzha analogikan seperti ini, pasti yang ada dalam benak ente-ente adalah "tidak mungkin cukup" untuk memenuhi semua kebutuhan dengan upah segitu.

Lalu saya bertanya pada diri saya sendiri, "terus dari mana mereka bisa mencukupi kebutuhan mereka, bahkan bisa untuk memenuhi keinginan mereka? Seperti mempunyai televisi baru, gadget baru, menyekolahkan anak di sekolah elite, de-el-el"

Jawabannya mungkin ber-variasi, mulai dari membuka usaha lagi sampai mempunyai kerja "sampingan" lain bisa dijadikan jawaban untuk pertanyaan semacam ini.

Lalu Ierzha bertanya lagi, "terus bagaimana dengan kegiatan mereka jika mereka mempunyai 2 kegiatan dalam waktu yang sama dan hari yang sama? Apakah mereka masih bisa fokus mengerjakan tugas-tugas mereka sebagai Abdi Negara? Apakah mereka bisa mengemban mandat yang diberikan negara ini ke pundak mereka, sedangkan mereka harus bekerja tambahan diluar tugas mereka sebagai Pegawai Negeri Sipil?"

Kalau jawabannya "Bisa", maka jujur aja.... Jawaban yang ente lontarkan itu sungguh sangat naif dan berbanding terbalik dengan kenyataan yang sesungguhnya. Karena pada faktanya, hampir semua PNS melakukan tindakan korupsi. Bukan hanya korupsi dengan menggelapkan uang negara, tapi korupsi terhadap waktu, korupsi terhadap pekerjaan mereka, korupsi terhadap tugas mereka yang merupakan mandatory dengan selalu berdalih "kebutuhan", "sudah kebiasaan", "sudah rahasia umum" dan alasan klise lainnya...

Ah....sungguh ironis ternyata...Untuk menjadi PNS terkadang orang harus mengeluarkan kocek mulai dari 100rbu sampai belasan juta dengan alasan yang klise juga. Tentunya setelah mereka menjabat-pun, mereka pasti akan berfikir "bagaimana cara mengembalikan uang yang telah keluar", setelah itu mereka pasti berfikir "bagaimana cara mencari lebih dari pekerjaan ini".

Kapan negara ini maju jika semua pegawai berfikiran seperti itu, Abdi Negara yang notabene adalah pelayan negara, kini tak lebih dari sebuah mesin uang yang harus selalu menghasilkan uang. Pemerintah pun seakan tutup mata dan tutup telinga mendengar hal ini dengan dalih dan alasan yang selalu saja sama.

Ierzha hanya bisa berdoa, semoga Allah memberikan kesadaran bagi para Bapak dan Ibu yang merasa Pegawai Negeri Sipil dengan selalu mengingat bahwa mereka tak lebih dari "Abdi Negara dan Abdi Masyarakat", bukan mesin uang yang justru mengeruk uang dari negara dan masyarakatnya sendiri....

Terbelenggu Dalam Kurungan Hina....

Ah, siang hari ini sungguh sangat panas....

Walaupun udara gunung terasa sejuk, namun persoalan yang tadi pagi mendera dalam kepalaku tidak membuat otak ku menjadi sejuk. Yach, panas tetap saja panas....

Percuma kubilang pada kalian... Kuping kalian seolah-olah tuli, mulut kalian sudah bisu dengan kemewahan saudara-saudara kalian, mata kalian buta terhadap penderitaan kalian dan hati kalian telah beku untuk menerima masukan dari siapapun.

Apapun yang aku lakukan disini tetaplah salah di mata kalian, mungkin awalnya aku salah memilih keluarga ini sebagai tempat untuk berlabuh. Ternyata kalian tidak jauh lebih baik daripada keluarganya yang dulu, justru di sisi lain, kalian bahkan jauh lebih buruk...

Aku ingin mandiri, kalian bilang jangan dengan alasan-alasan yang tak jelas... Aku ingin pisah rumah pun kalian melarang dengan alasan anak ku masih terlalu kecil. Tinggal di rumah kalian pun aku tak lebih dari kacung yang selalu mencari uang dan habis untuk dihambur-hamburkah...

Kalian tak pernah berfikir bahwa kedua anakku disana tidak pernah mendapatkan kasih sayang ayahnya, tidak pernah merasakan nikmatnya dibelikan makanan oleh ayahnya, tidak pernah merasakan jalan-jalan bersama ayahnya.... Kalian tidak pernah berfikir kesana, yang ada di otak kalian hanyalah berfikir dengan menggunakan materi dan materi.

Sial... menyesal aku mengenal kalian. Andaikata waktu bisa berputar untuk dua tahun kebelakang, mungkin aku tidak akan memilih untuk menjadikan keluarga ini sebagai tempat persinggahanku.
Mungkin aku akan lebih memilih untuk menduda daripada harus menjadi suami tetapi hanya menjadi sapi perah yang tidak punya masa depan.

Apa yang aku punya sekarang?????

Gaji yang kudapat perbulan seharusnya lebih dari cukup hanya untuk menghidupi satu orang istri dan satu orang anak kecil, tapi apa nyatanya? Setiap bulan, aku tidak pernah menyisihkan seribu rupiah pun untuk masa depan anakku.. Yang ada, uangku habis untuk memfasilitasi kalian. Uangku habis untuk menopang hidup kalian yang kalian sendiri tidak sanggup untuk menopangnya.

Kalian lebih memilih berak di rumah orang daripada harus menyisihkan uang untuk membangun kamar mandi. Kalian lebih memilih membeli lemari dah kasur mahal daripada harus menyisihkan uang dan memperbaiki rumah kalian...

Mana buktinya.....mana?? Mana saudara-saudara yang kalian puja-puja, mana harta nenek moyang yang kalian banggakan? Mana????

Yang ada kalian hanya hidup dari kesakitan orang lain. Tak lebih daripada sampah yang tinggal menunggu waktu untuk hancur. Tak pernah sekalipun kalian berfikir bahwa anak kalian akan menjadi seorang gadis, tak pernah sekalipun kalian berfikir bahwa cucu kalian akan menjadi seorang gadis dewasa.

Yang ada di benak kalian hanyalah makan, tidur dan berak. Tak sekalipun kalian berfikir bahwa bagaimana cara kalian bertahan tanpa ada orang lain yang menopang.... Sembilan bulan aku tinggal di rumah ini, sembilan bulan kurasakan sebagai neraka....

Tak ada kedamaian, tak ada ketenangan... selalu ada jarak antara aku dan kalian... Tak pernah sekalipun aku melibatkan diri dalam obrolan kalian... Dan tak sekalipun kalian ku ijinkan untuk terlibat dalam urusan rumah tanggaku... Tapi yang ada, kalian selalu saja mencampuri urusan rumah tangga orang.

Kalian selalu saja ingin tahu apa saja yang ada dalam rumah tangga ku. Huaaah, penat aku melihat muka-muka masam yang berpura-pura baik di depanku. Muak aku melihat gaya seorang ABG yang eksis dengan Handphone pinjaman dan Mual aku melihat seorang lelaki yang selalu membicarakan harta milyaran padahal di depannya hanya ada segelas kopi dan sebatang rokok...

Semua yang kalian bilang tak lain hanyalah dongeng...dongeng yang harusnya kalian ceritakan pada anak berusia 5 tahun untuk menidurkannya. Hidup ini bukanlah dongeng, hidup ini haruslah penuh dengan perjuangan dan kerja keras.

No Pain, No Gain....Jika kalian tidak sanggup untuk hidup...mati sajalah kalian. Atau biarkan kami hidup dalam sangkar kami sendiri, biarkan kami lepas dari kurungan besi ini... Jangan pernah ikut campur apa yang ada dalam rumah tangga kami.


Mulai Bedah Blog, Nyari di-Blog langsung Go-Blog

Akhirnya setelah menghilang selama 1 tahun, blog Ierzha ketemu lagi.... :d:

Sebenernya sich bukannya menghilang, tapi Ierzha lupa password ama email untuk masuknya apaan... :a: Jadi terpaksa mengingat-ngingat dulu sampe akhirnya setelah 1 tahun baru inget.... :e:

Seperti seorang blogger pada umumnya, langsung bersemangat melakukan seribu perubahan setelah menemukan lahan yang sudah lama kering (udah kek petani ini Ane ngomongnya.... :b:). Dan setelah sibuk seharian bulak-balik membuka-tutup gugel, akhirnya..... "Blog ane acak-acakan..... :k: "

Tapi ngga apa-apa.... Kata orang sunda bilang, "No Pain No Gain..... " (Orang sundanya kebanyakan makan keju neeh yang bilang gini :d: ). Kalo ora gelem angel ya ora usah irup....(Kalo bahasa Jermannya tuh....)

Yang pasti gini dech... Hidup ini penuh resiko mas brow, terkadang kita harus mengambil resiko agar bisa tetap melanjutkan hidup. Bahkan Rasulullah pun berani mengambil resiko dimusuhi dan di benci orang Arab jadoel tempo doeloe waktu nyebarin Islam, kenapa kita musti ngga berani....

Blogging from blog to blog, learn it and Go-Blog......

Sayang Anak atau Bunuh Anak....

Lanjutan dari artikel kemarin yang Ierzha buat tentang celotehan si Rider butut.... Nah tadi ada temen yang nyeletuk tentang orang yang seneng banget ngacak-ngacak motor yang pada dasarnya udah standar pabrik...

Haloooo..... bapak-bapak dan emak-emak.... Ente sayang anak atau mau bunuh anak?
Ente sengaja nurutin kemauan anak untuk beli motor bagus (sampe bela-belain kredit ke dealer yang katanya demi anak :a:)

Ente sebetulnya paham ngga kalo anak ente itu belum saat nya untuk megang motor, belum saat nya untuk mengendarai motor..... Anak yang masih usia SMA bahkan ada yang SD udah di paksa untuk mengendarai motor yang resikonya....ampuuuuun....

Bapak-bapak....emak-emak, seharusnya ente berfikir 100x sebelum menuruti keinginan anak ente yang pengen motor. Standarisasi mengendarai motor atau mobil atau kendaraan apapun adalah SIM atau Surat Ijin Mengemudi, bukan sekedar bisa nge-gas dan ngerem aja....

Dengan dalih ente sayang anak, sesungguhnya ente malah ingin membunuh anak pas saat mereka muda.... Stop mengajari anak mengendarai motor saat usia anak tersebut masih dini, lebih baik mereka belajar bagaimana naek sepeda daripada harus naek motor tanpa SIM yang akhirnya bisa nyungsep ke liang lahat...


Sekedar Curhatan Riders Butut

Ini bukan tulisan ane sich sebenernya.... Asli dapet copy paste trus ngerubah dikit...
Ane nulis ini karena pas pulang ngeliat orang bawa motor dan hampir aja terjadi kecelakaan antara ane sama si pengendara motor tersebut...

Makanya, ane sengaja nulis ini biar bisa di-baca ama para pengendara mobil & motor (jangan cuman di baca aja yaks... percuma kalo ngga di lakukan mah :d:)

1. Ngaca dulu gih, kita udah pantes bawa motor atau belum?
Maksudnya gini, apakah riding skill atau kemampuan mengemudi Kita cukup mumpuni untuk membawa motor ke jalan raya atau belum?
  • Kalo masih suka nge-gas rem - gas rem mendadak dan asal lari kenceng mending lancarin dulu di lapangan.
  • Kalo suka ngebut-ngebut ngga jelas sama nge-bleyer2 / geber2 gas ngga jelas, mending ke sirkuit aja sono...soalnya ini jalanan umum lagian ngga kelas untuk "Pembalap kelas Penasaran dan Pembalap Kelas Dunia Akhirat"
  • Kalo suka seruntulan macem Alay, coba cek otaknya masi ada atau sudah kisut.
Karena legalitas kita untuk membawa motor itu bukan kek Ierzha sebutin, tapi harus punya SIM alias Surat Ijin Mengemudi.... :b:

Pembalap kelas dunia akhirat

2. Selesaikan segala macam urusan sebelum Kita berkendara.
Mau kencing ato boker, mending kencing/boker dulu di rumah, biar nyaman dan santai bawa motornya. Ngga seru khan lagi enak-enak ridding tau-tau kebelet pipis :a:
Kalo ada masalah sama orang rumah jangan dibawa-bawa ke jalan, selesain dulu di rumah. Jalanan bukan tempat untuk menyelesaikan masalah

Dont try this at home :a:

3. Persiapkanlah Diri Kita untuk Jatuh
"Nah loh... kok gitu?" Maksudnya gini…Pada saat di jalan raya, Kita ngga tau kejadian apa yang akan menimpa Kita (amit-amit semoga jangan sampe kenapa-napa). Nah untuk itu, Kita perlu meng-antisipasi agar kita tidak terjadi apa-apa saat itu terjadi (minimal meminimalisir lah :b:). Caranya sengan menggunakan PPD wajib bikers (cieee...bahasanya PPD :c:), seperti: 

Tuh, Satria Baja Ireng aja di tilang... apalagi ente

  • Memakai helm sesuai dengan standarisasi. (Ane ngerti kok kalo ente punya muka itu ganteng ato cantik, tapi tentunya ente ngga bakalan mau khan kalo muka ente besot-besot kena aspal gara-gara saking Pedenya ga pake helm? Ato ente ngerasa kalo kepala ente lebih keras dari batok kelapa?)
  • Memakai pakaian yang aman untuk berkendara (ini kebanyakan buat cewek-cewek neh… ane ngerti kok kalo ente itu sexy dan kulit paha ente mulus. Tapi apa ente mau kalau paha mulus ente sodet-sodet di cium aspal karena make hotpants super pendek dan ketat?)

Adoooh neng, kuntilanak aja bisa lebih sopan dari ente... :a:

  • Jangan lupa pakai masker biar paru2 tetap terjaga dari polusi udara (Ngga lucu kan, udah cantik dan ganteng tapi bengek... :a:)

4. Persiapkan kendaraan dalam keadaan yang optimal;
  • Periksa fungsi rem (masih pakem ngga...)
  • Test fungsi shok breaker (amati rebound nya...)
  • ketebalan ban, pelek (awas ban gundul...)
  • Stang, komstir,
  • Panel2 headlight dan stoplamp,
  • Cek bensin masih ada atau tinggal sedikit,
  • Keseimbangan motor
  • Headlamp apakah masih terang sempurna atau redup?
  • Apakah spion masih duduk manis di stang?.
  • Bahkan kalau perlu periksa juga keadaan oli mesin apakah sudah menguap atau masih layak pakai.


5. Defensive Riding
Ingaaat.... Yang menggunakan jalan bukan kita saja, tapi pejalan kaki, tukang somay, tukang abu gosok, tukang bakso, supir mikrolet dan lain-lain juga menggunakan jalan yang sama.
Budayakan sifat toleransi selama di jalan raya, berkendara dengan tenang, ngga perlu grusak grusuk…
Kalo ada tukang bakso nutupin jalan ngga usah harus bentak-bentak. Turun dari motor dan minta untuk mindahin gerobaknya itu jauuuh lebih sopan
Ngga perlu bleyer-bleyer gas ngga jelas kalo ada motor jalan pelan-pelan di depan, padahal jalan emang lagi macet, Kalo mau lancar terbang aja sana…
Mereka juga punya hak mas brow

6. Perhatikan Blind Spot atau titik buta Anda.
Pada saat motor Kita sejajar dengan posisi tepat dengan roda belakang motor lain itulah blind spot, karena pantulan bayangan situasi pada kaca spion terhalang oleh bayangan lengan kita sendiri.
  • Usahakan untuk tidak berada di samping mobil/truk/bus, karena besar kemungkinan si pengendara motor / mobil / bus / truk tidak melihat keberadaan Anda.
  • Bunyikan klakson dan dim-kan lampu utama pada saat mendahului mobil/truk/bus agar pengemudi motor / mobil / bus / truk mengetahui Anda berada di dekatnya.
  • Jangan pernah beranggapan bahwa pengemudi motor / mobil / truk / bus mengetahui keberadaan Anda.
  • Gunakanlah blind spot miror untuk meminimalisir terjadinya blind spot area.
Blindspot

Ilustrasi gambar nya neeeh










7. Waspada saat bermanuver di tikungan tajam.
Ngga usah nyalip-nyalip atau nikung rebah kek Valentino Rossi... Ente bukan the Doctor, bisa-bisa malah ntar ente masuk ke dokter kalo terus-terusan kek gini. Karena tikungan itu merupakan potensi bahaya untuk tabrakan dengan kendaraan dari arah lain
Bila ente jalan di malam hari, dim-kan lampu utama dan klakson 2 kali pas tikungan (minimal) agar pengendara dari arah lawan mengetahui keberadaan ente





8. Prinsip mengalah untuk menang.
Prinsip ini sering diabaikan oleh para seruntulan, mentang2 motornya kuenceng, kueren, cuanggih, punya cc gede dan ngerasa paling gagah dengan seenak udelnya main tancep gas miring kanan miring kiri tanpa memperdulikan kondisi orang lain. 
Walaupun ini ngga hanya berlaku untuk motor-motor lanang aja, pengendara motor bebek Alay juga banyak kek gini. 

Apa beratnya sih, mengendurkan gas sebentar untuk memberi kesempatan rider lain mendahului Anda dengan sopan?
Kalau di belakang ada rider alay nafsu banget mau mendahului, ya kasih jalan aja. Ngga perlu ikut-ikutan geber gas kayak dia, kalo perlu kasih simbol tangan mempersilahkan jalan saat rider alay itu melewati ente.

Kalo ente ikut-ikutan tancep gas, yach...sarua weh :a:

Rider 4L4Y

9. Menyalip kendaraan lain harus dari kanan!
Nyalip dari kiri, Lo bilang keren? Halloooo…???
Entah apakah ini menjadi trend atau bukan, tapi yang sering ane liat kok rata-rata pengendara motor-motor gagah suka nyalip dari kiri? Padahal ane sudah berjalan di jalur paling kiri (hampir mepet trotoar malah) dan memang dalam keadaan pelan.

Apa rider tersebut ngga mikirn gimana nasib rider yang disalipnya itu jika kaget dan spontan buang stir ke kanan dan pada saat bersamaan di sebelah kanan ada mobil yang sedang melaju kencang?

Biasakan mempergunakan kode berupa membunyikan klakson atau memberikan dim sebelum ente menyalip dari kanan sebagai tanda keberadaan Anda.
4L4y Guoblooook :b:

10. Menyalip bukan untuk memotong jalan
Maksudnya begini, ane sering nemuin orang-orang yang (biasanya) tidak pakai helm dan kelengkapan berkendara suka menyalip dari kanan tiba-tiba potong jalur dan langsung masuk gang / tempat. Yach walapun jantung masih deg-deg'an akibat ulah tersebut, ane tetep positif thinking. Mungkin itu adalah warga daerah situ ato mungkin die kebelet boker makanya maen potong aja tanpa mikirin nasib pengendara lain.

Kalo dilakukan oleh rider2 macam ABG/Alay berheadset, pemuda/pemudi yang kucel bin kumel karena belum mandi ato bapak-bapak yang pake sarung dan emak-emak yang pake baju gombrong-gombrong dan pake kacamata item dan segala jenisnya dech... Silakan ente berhati-hati kalo ketemu dengan varian orang-orang ini.

Ati-ati ketemu makhluk alien kek gini.... :b:

11. Nyalakan sein pada saat dibutuhkan
Lampu Sein diciptakan untuk memberi signal bila Kita mau belok kanan ato kiri dan ngga mungkin ntu lampu bisa mati sendiri kalau bukan Kita yang mematikannya.
Segera matikan sein bila Kita sudah di jalur yang benar, jangan bikin keder orang yang ada di belakang Kita karena ngeliat sein Kita (mau belok mana sih neh orang? Kok dari tadi nyalain sein mulu?)
  • Nyalakan sein kanan pada saat Kita ingin mendahului motor lain,
  • Nyalakan sein kanan / kiri pada saat ada tikungan tajam,
  • Nyalakan sein kiri bila ada mobil yang ingin mendahului kita,
  • Nyalakan sein kanan / kiri bila ingin belok kanan atau kiri,
  • Segera matikan sein bila Kita sudah ada di jalur yang benar.!!!
12. Motor pakai klakson mobil?
Hal yang kek gini sering ditemui di motor-motor gagah layaknya petarung jalanan (bebek sableng juga kadang ada yang pake sih :b:).
Apakah ente ngga mikirin akibat dari penggunaan klakson mobil tersebut bagi pengendara lain? Bisa aja pengendara lain yang ente klaksonin itu punya penyakit jantung dan kaget, vertigo alias ilang keseimbangan trus oleng jatuh ke aspal dan sukses kelindes mobil yang ada di belakangnya.... :a:
Jika ente justru tertawa puas atau tersenyum simpul setelah melihat reaksi orang lain kaget akibat klakson ente, berarti ente emang musti segera ke psikiater untuk memeriksakan kesehatan mental ente.
ngga sekalian make sound system orgen tunggal :b:

13. Lampunya Silau banget Meeennn…!!!
Emang ngerasa bahagia ya, kalo pake lampu super terang dan langsung menyorot ke arah lawan dan lawan keliatan kesulitan untuk melihat dengan jelas?
Ente bilang lampu ente kurang terang?
Cek dulu tuch kiproknya masih normal atau soak, Accu masih berfungsi atau tidak dan lampunya sudah uzur atau mau mokad?
Pakailah lampu yang sesuai dengan Standar lampu motor, terang boleh…Tapi jangan bikin silau pengendara lain…
Sekarang ini banyak yang jual Headlamp pojector LED irit listrik, kenapa mesti beli HID abal-abal. Pake projector cahayanya bisa diarahkan dan tidak menyilaukan orang lain dan harganya jauh lebih terjangkau ketimbang HID abal-abal.



14. Jangan pernah pake stoplamp warna putih, ungu, biru, ijo, dll
Ini sering banget ane temuiin di rider Alay (orang tua juga banyak sih), yang melepas mika merah stoplampnya bahkan mengganti lampu stopnya dengan lampu yang terang benderang…

Emang ga mikir, kalo ulah Anda itu mengundang bahaya pengendara lain?

Pasang mika merah untuk nandain itu lampu belakang dan lampu stop

15. Ada SMS / Telpon masuk? Ya berhenti sebentar lah
Di jalan bukan arena sirkus Om!!! Kalo ada telpon dari bos atau pacar masuk ya minggir dulu sebentar baru angkat telpon. Kalo ada sms masuk dibales nanti aja atau kalo kepepet minggir dulu sebentar baru bales smsnya. Itu cuman makan waktu sebentar untuk ngetik sms daripada nanti statusnya "Di Rumah Sakit gara-gara SMS"


Besok sekalian baca koran keknya ni orang :b:


Ini kok oknum polisi kepinteran yaks.... Udah lampunya ngga standar, sms'an pula :c:

16. Sentimen merk, varian, cc, komunitas???
Cuih,… motor Lo cupu… motor tuwir, cc cuma seiprit, knalpot Lo sutandar…
Neh, motor Guwe keren, keluaran terbaru, dari komunitas asuracing team, snalpot recing meenn…
Motor kayak Lo mah ke laut aja dhee, ga pantes jalan di sini… minggir Lo… #sambil bleyer2 gas

Halo Mas Brow Gan... Hari gini ente masih bangga ama jenis dan merk motor?
Emang ada gunanya buat produsen?
 
Iya,… Ane ngerti motor ente keren, cc ghwedhe, knalpot sangar, keluaran terbaru, boleh beli dari uang orang tua sendiri, dan anggota dari komunitas terkenal…
Tapi lazimkah bila situ merasa sebagai pemilik jalanan? Dengan ng-klakson ga jelas, bleyer gas gede-gede, kepot sana kepot sini, marah-marah kalo ada orang yang ngga sengaja nyenggol…Tapi giliran ente yang nyenggol malah pura2 gak liat… Instrospeksi diri dulu Mas Browww......

17. Trotoar buat pejalan kaki, bukan buat pengendara motor
APAKAH ENTE MASIH CUKUP PINTAR UNTUK MEMBEDAKAN MANA TROTOAR DAN MANA JALAN ASPAL.
Percuma saja ente punya motor keren nan canggih, ber-cc gede, tampang gagah, touringer look, tapi IQ otak anda jongkok karena lewat di trotoar dengan cueknya.
Bahkan dengan gagahnya Anda main klakson ke pejalan kaki biar dikasih lewat.
Emang ente kebelet kencing? Atau ente kebelet boker? Ato juga ada kebutuhan mendesak yang mengharuskan Anda cepat sampai rumah / kantor?
Apapun alasannya, tak ada pembenaran untuk lewat trotoar.
TROTOAR ADALAH HAK PEJALAN KAKI.
Hormatilah pejalan kaki, karena mereka juga mempunyai hak untuk menggunakan jalan.

Rider Bloon


Ya Rider-nya, ya driver nya...sama-sama guoblok... :b:
18. Dan yang terakhir, berdoalah kepada Sang Pencipta Kita sebelum berangkat.
Semoga Kita masih dalam lindungan-Nya dan kembali ke rumah tanpa kurang apa pun juga. Dan karena ane Muslim, ini adalah doa agar Kita selalu senantiasa dalam lindungan-Nya dan marilah kita biasakan dengan berdoa terlebih dahulu, ketika kita mau bepergian kemanapun dekat ataupun jauh:
“Allah Maha Besar (3x). Maha Suci Rabb yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, sedang sebelumnya kami tidak mampu. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Rabb kami (di hari Kiamat). Ya Allah! Sesungguhnya kami memohon kebaikan dan taqwa dalam bepergian ini, kami mohon perbuatan yang Engkau ridhai. Ya Allah! Permudahlah perjalanan kami ini dan dekatkan jaraknya bagi kami. Ya Allah! Engkau-lah teman dalam bepergian dan yang mengurusi keluarga(ku). Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan dan perubahan yang buruk dalam harta dan keluarga.”
Dan jika malapeta tetap terjadi menimpa kita, maka itulah takdir yang tak bisa diubah oleh Sang Maha Pencipta

sumber: 
  • kaskus.co.id
  • revisi sedikit oleh Ierzha

Pengganti Facebook...???

Assalamu'alaikum untuk semua sobat blogger dimana aja, gmana kabar Anda pada pagi hari ini? Semoga masih diberikan nikmat sehat dan nikmat Islam sehingga kita masih bisa mensyukuri apa yang telah diberikan oleh Allah azza Wa jalla.

Sobat blogger tentu udah tau mengenai permasalahan penutupan facebook yang mulai akan dilakukan tanggal 15 Maret 2011 nanti khan? Entah itu hanya rumor atau tidak, tapi kenyataannya hal itu membawa dampak besar bagi sebagian orang yang menggantungkan mata pencahariannya di dunia bisnis online ini termasuk saya.

Idola Ku - II

1. Positive Mental Attitude (sikap mental positif)
Jika sobat ingin menjadi seorang yang sukses, seorang yang berhasil di bidangnya. Tapi sobat mempunyai sifat dan mental negatif terhadap diri sobat sendiri, maka lupakanlah tujuan itu, Lupakanlah impian itu, lanjutkan saja kembali hidup sobat yang monoton dan datar seperti saat ini.

Tapi jika sobat ingin menjadi seorang yang sukses dibidangnya jadikan diri Anda bermental positif sebelum Anda memulai semua aktifitas Anda. Mental positif membangun karakter diri yang positif, mental negatif membangun karakter diri yang negatif pula.

Mingguku...oh Mingguku......

Huuh, udah berapa hari ini Ane pusing banget-bangetMSN Onion Emoticon, jaringan sapidut RTO mulu, listrik juga suka mati tiba-tiba, belum lagi hujan yang ngga' berhenti-berhenti dari semalem tambah bikin suasana hati makin kacau aja.

My Sadness Weekend

Asli dah malem minggu ini nyesek banget hati Onion Emoticon Set, dasar emang belom makan dari pagi, ditambah lagi ujan deres banget bikin net becek ga karuan.... Konsumen yang pada nyolot karena jaringan kadang-kadang RTO, eh tambah lagi sedikit masalah yang emang bikin klop penderitaan Ane sekarang....MSN Onion Emoticon Set

Idola Ku

Manusia pasti mempunyai idolaMSN Onion Icon, bahkan seorang yang mengatakan bahwa dia tidak mengidolakan siapapun tetaplah memiliki idola yaitu dirinya sendiri. Hal itu wajar, karena setiap manusia mempunyai barometer atau standarisasi pengukuran untuk dirinya sendiri. Sesuatu hal yang mungkin biasa dilakukan untuk kita tetapi "sangat hebat" menurut orang lain merupakan suatu kelebihan dan bisa menjadikan orang lain meng-idolakan kita karena kelebihan kita tersebut.

Ibra sayang Umy...

Aduch.... idung meler terus lagi... Kecapean mungkin yach, abisnya selama 3 hari terakhir ini aby Ibra diporsir banget sih. Segala macem kerjaan di kerjain, belum lagi nge-jemput umy di sukabumi karena katanya mau ngeliat pantai carita dan ga bisa kesini (banten) sendirian karena takut nyasar... . Jadi terpaksa aby Ibra nge-jemput umy walaupun a'Ibra tau pasti aby cape banget.... Lagian, kalo ada umy disini, a'Ibra pasti di beliin baju lagi....

Kue Gabin'Q

Hufffft... Panas banget hari ini.... Warnet kebeneran lagi sepi user beberapa hari ini, yach...namanya juga usaha. Ada saat ramai, ada juga saat sepi. Ada yang bilang ini terkait dengan isu facebook ditutup sampe terkait dengan isu krakatau yang mengeluarkan debu pasir.

Apapun itu, a'Ibra sih menanggapinya dengan kepada dingin aja dan menyerahkan semuanya kepada Sang Pencipta Alam Allah Azza Wa Jalla. Walaupun demikian, tetep juga sih terkadang kita sebagai manusia pasti selalu mengeluh dan mengeluh... Apalagi di tempat a'Ibra ini panasnya luar biasa, ditambah perut yang belum di isi membuat otak cepet lelah dan cacing-cacing yang ada di perut berunjuk rasa .

Imbas dari Penutupan Facebook

Aduh..aduh.... Karena artikel yang diluncurkan sejumlah situs beberapa hari yang lalu tentang "Facebook akan ditutup" ternyata berimbas juga sama warnet.... User di warnet Ibra yang mayoritas adalah anak-anak sekolah sekarang jadi pada males update status apalagi sampe ulpoad photo, bukan hanya itu aja... Para pokeriz (pemaen poker  ) yang chip-nya sampe eM-eM'an ato Be-Be'an juga pada kendor semanget nya untuk ngumpulin chip lagi. Alesannya ya gitu.. "Buat apa cape-cape ngumpulin chip, toh nantinya akan hangus sendiri", kata mereka.

[LUS] Penampakan MaHo

Awalnya Donie ngga niat untuk buat postingan pagi-pagi gini, Donie rasa pagi-pagi gini enaknya ngopi sambil nyedot kretek dalem² sembari mendengarkan alunan musik dari Bon Jovi (beuuuh.... indah bener ini idupp.... :p), warnet yang baru buka serasa fresh banget... Aroma karbol bekas ngepel sendiri pas subuh tadi masih tercium wangi (terpaksa ngepel sendiri, karena OP nya kabuur...  :o).

Belum juga habis 1 lagu dari Bon Jovi, tiba-tiba ada 2 user yang langsung nyelonong ke PC Client... Donie sih diem aja, coz Donie pikir user itu emang udah terbiasa maen disini sebelumnya. Ngga lama kemudian, PC Client sudah aktif menandakan user tersebut udah mulai masuk billing.

Setengah jam setelah user itu masuk sebenernya ngga ada yang aneh, tapi pas Donie browsing buat nyari lagu Fatal Tragedy - Dream Theater, kok jaringan kerasa lemod banget.  Ahhh... mungkin ISP nya bermasalah, pikir ane awalnya... Tapi kok tumben pagi2 gini udah bermasalah, padahal ane cman donlod 1 file doang (pantesss.... :o)




Iseng-iseng Donie remote tuh client, siapa tau dia download banyak file.. Gpp sih sebenernya, karena masih pagi, juga ngga ada user lain selain dia, jadi Donie rasa itu "keberuntungan" dia. 1 kali remote, Donie pikir dia hanya iseng² search di google, 2x remote...3x remote.... kok hasilnya masih tetep sama aja... "Waduh nih user beneran gejala atau emang ga normal..."

User yang ada di warnet Donie itu masih kecil Gan, Laki-laki berumur paling sekitar 13 tahunan, masih make celana biru di atas lutut, tapi yang dia buka itu website porno yang isi-nya "gay" semua. Astagfirullah'.... masih pagi gini udah ngeliat pemandangan seperti itu... Takut disangka bohong, Donie ambiil juga kok Screen Shot-nya.

Ternyata...di kota kecil seperti Labuan ini, penyimpangan seksual itu dah semakin marak terjadi. Pencinta sesama jenis bukan hanya dari kalangan orang dewasa saja, tapi juga udah merambah ke anak-anak SMP.
Naudzubillahimin'dzalik... Mau dibawa kemana masa depan bangsa ini jika dipimpin oleh mereka-mereka yang justru dari kecil mempunyai kelainan seperti ini. Kurang nya peranan orang tua selaku pendidik utama dalam keluarga dan guru selaku pendidik di lingkup sekolah membuat hal-hal seperti ini makin lama semakin menjadi-jadi bahkan mewabah.

Efek globalisasi dan westernisasi masuk tanpa ada filter membuat generasi muda Indonesia kehilangan arah. Seks bebas, Narkotika bahkan degradasi moralitas merebak seakan tak ada yang mengekang. Hukum seolah tidak lagi berlaku bagi mereka. Kenikmatan dunia merupakan tujuan akhir tanpa memikirkan dosa dan neraka...

Entah sampai kapan ini berakir jika sistem pemerintahan seperti ini terus, sistem rusak, dipimpin oleh orang-orang yang cacat moral, yang dipimpin pun meyakini dengan yakin bahkan mengikuti kebobrokan akhlak tersebut.

Let's Begin Our Life

Waktu nge-denger kabar tersebut, gue bingung harus menyampaikan apa istri gw kalo "kita semua dipecat" dan tidak ada tunjangan atau pesangon apapun untuk menunjang kehidupan kami selanjutnya :x :x :x.

Yah, inilah kapitalisme yang menganggap bahwa keuntungan di atas segalanya, bagi mereka kurangnya profit  dalam perdagangan adalah suatu kerugian... Dan pada kasus ini, kamilah yang dianggap bertanggung jawab atas kerugian mereka.

Dengan langkah gontai gue kembali ke warnet dan gue pendam perasaan ini agar tidak sampai bocor ke terlinga istri, gue lakukan itu karena gue takut menyakiti hati istri gue, apalagi saat ini istri gue sedang melanjutkan kuliahnya lagi untuk mengambil gelar Sarjana Pendidikan di salah satu Universitas Negeri di kotanya dalam rangka pengajuan kenaikan golongan di tempatnya mengajar, dan gue takut dengan adanya kabar ini justru akan membuat semangatnya pudar.

Tapi kejujuran itu pahit dan akan berbuah sangat manis, begitu kata-kata yang sering diucapkan oleh para motivator saat memberikan seminar. Walau bagaimanapun tetep gue harus jujur sama istri gue, karena faktor terpenting membangun rumah tangga salah satunya.

Pelan-pelan gue kasih tau kabar ini ke istri lewat telepon, sehalus mungkin berita duka itu gue sampein tanpa menyakiti hatinya. Dan yang seperti gue duga, awalnya dia kaget dan menyangka gue ada masalah di kantor, tapi setelah dijelaskan akhirnya istri gue mengerti dan menerima keputusan itu walaupun pahit.

1 hari setelah menerima kabar tersebut yang berarti menyatakan secara langsung kalau gue pengangguran, otak ini udah mulai mencari peluang-peluang bagaimana cara mendapatkan penghasilan untuk bulan depan, dan bagaimana cara gue mengantisipasi persoalan ini.

Satu per satu relasi dan teman-teman gue hubungi untuk mencari lowongan dan hasilnya nihil, ngga nyerah sampai di situ, semua website-website yang menyediakan lowongan pekerjaan gue buka dengan harapan ada lowongan atau peluang yang dapat gue isi dan lagi-lagi hasilnya nihil.

Sampai gue baca-baca postingan anak-anak di forum kesayangan gue - kaskus -, untuk menghilangkan kejenuhan dan BT karena serasa ada sesuatu yang hilang dalam hari-hari gue sekarang ini. Satu per satu thread yang ada di kaskus gue baca sampai tiba akhirnya mata gue tertuju pada satu thread mengenai Online Earning atau mencari uang secara online.

Awalnya males juga gue baca tuh thread karena gue yakin pasti isinya adalah scam dan banyak unsur tepu-tepu. Tapi setelah artikel itu gue baca sampai selesai, terbesit pikiran iseng dalam otak gue ini untuk mencoba, toh ngga ada salahnya dan ngga ada ruginya.

Mulailah gue mencari informasi dan referensi mengenai bagaimana cara mendapatkan uang melalui internet, pastinya referensi pertama yang gue buka adalah dari Oom Gugel yang tau segalanya tentang dunia maya ini, selain itu juga banyak referensi yang gue ambil dari kaskus  untuk menambah pengetahuan gue dalam menjalani bisnis online ini.

Hari demi hari gue jalanin dengan penuh semangat, terkadang sampe subuh dan terkadang sampe lupa makan, hal ini gue lakukan semata-mata ingin membuktikan kepada keluarga gue kalo "gue adalah seorang suami yang bertanggung jawab terhadap istrinya, seorang ayah yang bertanggung jawab terhadap anaknya".

Ngga terasa udah 2 minggu setelah gue dipecat, sekolah pun sudah mulai masuk kembali. Para pegawai sudah mulai beraktifitas kembali ke kantor nya, sedangkan gue masih tetap menekuni bisnis online ini. Memang hasil yang gue dapat belum sebesar penghasilan kerja gue dulu, tapi semakin lama hasil yang gue dapetin semakin tinggi seiring dengan kerja keras dan ketekunan

Dan disitu semangat gue mulai kembali lagi, gue harus bisa dan gue harus berhasil di dunia ini, gue harus bisa buktiin kalo Internet bukanlah sarana yang hanya dipakai untuk melihat hal-hal negatif, tapi bisa juga menghasilkan suatu hal positif bahkan menghasilkan uang....

So, keep learning and learning... CU in another post

Sahabat Kecilku

Sahabat kecilku.......

kini kita telah sama-sama besar dan sekarang pun kamu telah menjadi orang besar.

Ingatkah kamu sewaktu kita kecil dulu bahwa akan saling membantu jika ada kesulitan diantara kita dikemudian hari...?

Ingatkah kamu sewaktu kita merintis kaki kita menapaki jalan yang sama dan kerikil yang sama untuk tujuan yang sama...?

Ingatkah kamu sewaktu kita sama-sama menahan lapar dan haus demi sesuatu yang harus dibawa pulang dan itu dinamakan "NAFKAH"

Ingatkah kamu sewaktu kita sama-sama berdoa dan menangis agar Sang Penguasa Alam, Allah Azza Wa Jalla mengubah nasib kita...?



Sahabat kecilku.....

Kini kau telah besar sekarang...

Pinta dan harapmu telah terjawab sekarang...

Tapi kenapa sahabat kecil ku....?

Kenapa kebesaran yang ada padamu seakan-akan menutupi rasa malu mu....

Kenapa kebesaran yang ada padamu seolah-olah lupa kepada masa lalu mu

Kenapa kebesaran yang ada padamu membuat mu malu menegurku yang lewat di depan mu



Sahabat kecilku...

Aku akui....Aku masihlah kecil

Aku masihlah seorang yang merintis kaki kanan dan kiriku untuk mencari sesuatu yang tetap dinamakan "NAFKAH"

Aku tetaplah seorang yang terkadang harus mengiba pada orang lain untuk sesuatu yang dinamakan "USAHA"

Dan aku masihlah seseorang yang terkadang pulang dengan tangan hampa...



Tapi ingatlah sahabat...

kebesaran yang ada padamu sekarang

Dan kecilnya aku itu sesungguhnya adalah sebuah amanah yang harus dipertanggung jawabkan nanti.

Sebuah mandat yang diberikan kepada kita agar kita tetap istiqomah dan tabah.

Bukan sebuah anugerah yang engkau sebut itu "Harta, Kedudukan, Tahta dan Wanita"

Bukan sahabat...

Siapkah kita menjaga amanah itu agar tetap suci kemurniannya,

Sedangkan Allah pasti akan menghitung 1 butir saja amalan yang kita perbuat..



Sahabat kecilku....

Walaupun sekarang kau telah besar...

Walaupun sekarang kau menganggapku hina

Kau tetap sahabatku...

Kau tetap sahabat kecilku.....





Dedicated for My Best Friend in somewhere...

Laid Off Doesn't Mean The End of Life

Waktu nge-denger kabar tersebut, gue bingung harus menyampaikan apa istri gw kalo "kita semua dipecat" dan tidak ada tunjangan atau pesangon apapun untuk menunjang kehidupan kami selanjutnya :x :x :x.



Yah, inilah kapitalisme yang menganggap bahwa keuntungan di atas segalanya, bagi mereka kurangnya profit  dalam perdagangan adalah suatu kerugian... Dan pada kasus ini, kamilah yang dianggap bertanggung jawab atas kerugian mereka.



Dengan langkah gontai gue kembali ke warnet dan gue pendam perasaan ini agar tidak sampai bocor ke terlinga istri, gue lakukan itu karena gue takut menyakiti hati istri gue, apalagi saat ini istri gue sedang melanjutkan kuliahnya lagi untuk mengambil gelar Sarjana Pendidikan di salah satu Universitas Negeri di kotanya dalam rangka pengajuan kenaikan golongan di tempatnya mengajar, dan gue takut dengan adanya kabar ini justru akan membuat semangatnya pudar.



Tapi kejujuran itu pahit dan akan berbuah sangat manis, begitu kata-kata yang sering diucapkan oleh para motivator saat memberikan seminar. Walau bagaimanapun tetep gue harus jujur sama istri gue, karena faktor terpenting membangun rumah tangga salah satunya.



Pelan-pelan gue kasih tau kabar ini ke istri lewat telepon, sehalus mungkin berita duka itu gue sampein tanpa menyakiti hatinya. Dan yang seperti gue duga, awalnya dia kaget dan menyangka gue ada masalah di kantor, tapi setelah dijelaskan akhirnya istri gue mengerti dan menerima keputusan itu walaupun pahit.



1 hari setelah menerima kabar tersebut yang berarti menyatakan secara langsung kalau gue pengangguran, otak ini udah mulai mencari peluang-peluang bagaimana cara mendapatkan penghasilan untuk bulan depan, dan bagaimana cara gue mengantisipasi persoalan ini.



Satu per satu relasi dan teman-teman gue hubungi untuk mencari lowongan dan hasilnya nihil, ngga nyerah sampai di situ, semua website-website yang menyediakan lowongan pekerjaan gue buka dengan harapan ada lowongan atau peluang yang dapat gue isi dan lagi-lagi hasilnya nihil.



Sampai gue baca-baca postingan anak-anak di forum kesayangan gue - kaskus -, untuk menghilangkan kejenuhan dan BT karena serasa ada sesuatu yang hilang dalam hari-hari gue sekarang ini. Satu per satu thread yang ada di kaskus gue baca sampai tiba akhirnya mata gue tertuju pada satu thread mengenai Online Earning atau mencari uang secara online.



Awalnya males juga gue baca tuh thread karena gue yakin pasti isinya adalah scam dan banyak unsur tepu-tepu. Tapi setelah artikel itu gue baca sampai selesai, terbesit pikiran iseng dalam otak gue ini untuk mencoba, toh ngga ada salahnya dan ngga ada ruginya.



Mulailah gue mencari informasi dan referensi mengenai bagaimana cara mendapatkan uang melalui internet, pastinya referensi pertama yang gue buka adalah dari Oom Gugel yang tau segalanya tentang dunia maya ini, selain itu juga banyak referensi yang gue ambil dari kaskus  untuk menambah pengetahuan gue dalam menjalani bisnis online ini.



Hari demi hari gue jalanin dengan penuh semangat, terkadang sampe subuh dan terkadang sampe lupa makan, hal ini gue lakukan semata-mata ingin membuktikan kepada keluarga gue kalo "gue adalah seorang suami yang bertanggung jawab terhadap istrinya, seorang ayah yang bertanggung jawab terhadap anaknya".



Ngga terasa udah 2 minggu setelah gue dipecat, sekolah pun sudah mulai masuk kembali. Para pegawai sudah mulai beraktifitas kembali ke kantor nya, sedangkan gue masih tetap menekuni bisnis online ini. Memang hasil yang gue dapat belum sebesar penghasilan kerja gue dulu, tapi semakin lama hasil yang gue dapetin semakin tinggi seiring dengan kerja keras dan ketekunan



Dan disitu semangat gue mulai kembali lagi, gue harus bisa dan gue harus berhasil di dunia ini, gue harus bisa buktiin kalo Internet bukanlah sarana yang hanya dipakai untuk melihat hal-hal negatif, tapi bisa juga menghasilkan suatu hal positif bahkan menghasilkan uang....



So, keep learning and learning... CU in another post

Tour De Kabandungan - 16 November 2010

Sebenernya perjalanan ini ana ga sendiri, tapi sama temen ana (Bais). Start mulai jam 9 pagi dari Labuan Banten menggunakan motor Honda Supra Fit dan Alhamdulillah sampe Kabandungan sekitar pukul 4 sore. 
Perjalanan yang ga terlalu menyenangkan amat karena sempet di guyur hujan deres pas ngelewatin perkebunan Cianten bikin semanget nge-Drop juga sih, tapi karena di awali dengan niat baik ingin silaturahmi ke rumah istri., akhirnya kita sampai juga dengan selamat.




Labuan - Sukabumi Via Rangkasbitung, Jasinga, Leuwiliang


Perbatasan Kb. Bogor dgn Banten


Perbatasan Kb. Bogor dgn Banten


Perkebunan Teh Cianten Sukabumi


Perkebunan Teh Cianten Sukabumi


Perkebunan Teh Cianten Sukabumi


Perkebunan Teh Cianten Sukabumi


Depan Rumah Umy di Kabandungan


Antara Generasi Kodok, Generasi Jawara dan Generasi Madani



Anak Belajar dari Kehidupannya*
  • Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki
  • Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi
  • Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri
  • Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, ia belajar menyesali diri
  • Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri
  • Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri
  • Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai
  • Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan, ia belajar keadilan
  • Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan
  • Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi dirinya
  • Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dlm kehidupannya.
*Taken from "children learn from they live" By Dorothy Law Nolte


  • Generasi Jawara Latah
Dari sebuah sajak yang dibuat oleh Dorothy Nolte, seorang sarjana psikolog itulah bisa kita lihat keadaan diri kita sekarang ini. Kehidupan kedewasaan kita orang Banten -meski tidak general- sekarang ini sepertinya telah melewati masa kanak-kanak yang menyeramkan. Bagaimana karakter kita dibentuk menjadi seorang jawara yang berkonotasi sangat menyeramkan. Bagaimana kata jawara tersebut perlahan pudar definisinya, menjadi sebuah definisi yang negatif.
Jawara yang dulu sangat hebat dan identik dengan perlindungan kepada rakyat,  pemihakan kepada keadilan dan kebenaran, kini seakan berubah, berganti kepada kesan yang menyeramkan; Kekerasan, Frontal, Represif, Pemihakan kepada kekuasaan yang bathil, arogan, semena-mena serta segudang kesan negatif lainnya. Juga tidak lupa dengan ciri khasnya : Hitam-hitam.
Pake hitam..?. ah.. saya juga punya banyak sahabat serta teman yang senang memakai hitam-hitam, tetapi tidak berwatak seperti jawara latah tersebut. Mereka adalah insan akademis, intelektualis, meski ada beberapa diantaranya masih memiliki jiwa jawara dengan turun ke jalan dibarengi sedikit anarkis, tetapi itu bukanlah jiwa jawara. Hal itu semata hanyalah luapan emosional karena mereka selalu terkungkung, kata-kata mereka tidak di dengar oleh penguasa. Dan satu hal, mereka adalah cerminan masyarakat yang masih kental dengan idealisme.


Tentu saja beda dengan jawara latah tersebut. Mereka membela yang bayar, mereka agung-agungkan nama majikannya, mereka menuliskan nama majikannya pada suatu altar yang sangat sakral, lengkap dengan embel-embel "gelar terhormatnya", hanya karena si majikannya yang membangun altar sakral tersebut. Sungguh sebuah penjilatan yang sama sekali tak bermakna bagi saya dan sahabat-sahabat idealis saya.. Dan yang membuat saya tambah muak sekaligus mual, saya harus selalu membaca namanya di altar sakral tersebut setiap kali saya pergi dan pulang dari tempat aktivitas saya. "Uuukkhhh.... Muall..!!"
Mengacu kepada sajak di atas, mungkinkah para jawara tersebut telah salah asuh ? Masa kecil mereka diajarkan dengan permusuhan sehingga mereka mempelajari cara berkelahi. Masa kecil nya di besarkan dengan celaan sehingga mereka sukses mempelajari mencemooh.
Sekarang situasi sudah terlanjur, dunia tidak mungkin berbalik arah. Biarkanlah para jawara tersebut menikmati jatah sisa hidupnya. Syukur-syukur mereka bertaubat dan tidak mengulangkan pelajaran masa kecil mereka kepada anak-anaknya. Akan lebih baik jika mereka, bersama para oarng tua lainnya mengajarkan kepada anak-anaknya pelajaran-pelajaran positif yang terkandung dalam sajak di atas, sehingga tidak akan terlahir kembali jiwa-jiwa muda yang terserang penyakit jawara latah.


  • Generasi Kodok
Membaca kembali sajak di atas, saya juga teringat akan guru sekaligus panutan juga sahabat saya, Deni Irawan Soedrajat, yang sekarang menjadi fasilitator sekaligus direktur Bandung Consulting Group. Beliau munuliskan sitir/tulisan yang berjudul "Generasi Kodok"
Dalam tulisannya, beliau mengatakan bahwa kehidupan anak-anak di berbagai negara sekarang ini berlainan. Anak-anak Israel sejak kecil telah di jejali pendidikan politik, mereka hidup dengan seorang pengasuh yang bernama "Kibbuzt dan di doktrin tentang ajaran Zionisme. Sementara dalam lingkungan keluarga mereka, jika menangis, anak-anak ini di takut-takuti akan di jual. Dan ketika mendengar kata akan di jual, reflex tangisan mereka berhenti.
Di Rusia, mereka mengajarkan kepada anak-anaknya faham Komunis sebagai ideologi pilihan hidup mereka, di setiap ada kesempatan dan bahkan dalam setiap ada interaksi, sehingga hasilnya, orang-orang Rusia sampai dengan sekarang ini tetap konsisten dengan ke-komunisannya.
Di negara Paman Sam, pendekatan dilakukan tidak secara langsung, tetapi ketika proses makan malam, mereka mengobrol tentang keseharian. Juga melalui ppesawat televisi, melalui paket-paket siaran dll untuk mendukung tentang faham liberalisme dan plularisme.
Di Jepang, anak-anak diajarkan sikap ksatria dan bisa di percaya, spontanitas. Di Iran, banyak orang tua mengajarkan kerinduan akan mati syahid dan persaudaraan antar  ummat Islam dalam acara ta'ziyah kepada anak-anaknya, sehingga tidak heran dari negeri ini terlahir ulama-ulama, pemikir-pemikir Islam yang termasyhur, serta para cendikiawan yang berlandaskan Tauhid yang tebal tak tergoyahkan.
Sementara di Indonesia, anak-anak yang dalam usia rawan, mereka selalu ada dalam pelukan bunda dan orang tuanya. Tetapi apa yang terjadi, ketika anak tersebut terjatuh, mereka menyalahkan kodok. Atau jika ada ayam yang sedang sial, mereka melempar ayam tersebut, serta mengkambing-hitamkan kodok atau ayam yang telah menjatuhkan si anak. Begitulah keadaan anak-anak di Indonesia, sehingga wajar ketika besarnya si anak nanti, dia kerap sangat senang untuk mencari kambing hitam, ketika sebuah kesalahan terjadi kepadanya. "Here we are.., the frog generation's..."


  • Generasi Madani
Dari wacana di atas, apakah yang sebenarnya harus orang tua tanamkan atau ajarkan kepada si anak sehingga nantinya tidak menjadi generasi jawara latah atau bahkan generasi kodok ?. Secara teori mudah saja, tetapi fakta nya jelas sagat sulit dan butuh proses.
Meski si anak tidak selalu akan bersama orang tuanya (mereka akan berinteraksi dengan guru, teman-temannya di sekolah dll), tetapi pendidikan yang paling pertama dan utama adalah dari orang tua atau keluarganya. Merekalah yang paling berhak menorehkan tinta hitam, putih, atau abu-abu serta warna-warna lain kepada si anak.
Maka tolonglah, ajarkan kepada mereka nilai-nilai positif. Ajarkan mereka dengan toleransi sehingga mereka bisa belajar menahan diri. Besarkan mereka dengan dorongan sehingga mereka bisa belajar percaya diri. Besarkan mereka dengan pujian sehingga mereka belajar menghargai. Besarkan mereka dengan sebaik-baik perlakuan sehingga mereka belajar tentang keadilan. Besarkan mereka dengan rasa aman sehingga mereka menaruh kepercayaan. Besarkan mereka dengan dukungan sehingga mereka belajar menyenangi dirinya. Besarkan mereka dengan kasih sayang dan persahabatan sehingga mereka belajar menemukan cinta dalam kehidupannya
Setelah semua sudah dalam proses, maka tuliskan kalimat di bawah ini pada dinding-dinding hati dan harapan kita :
"Selamat tinggal generasi jawara latah dan generasi kodok. Dan selamat datang jiwa-jiwa muda jawara sejati, generasi madani penerus tatanan nilai-nilai kebenaran dan keadilan".


Oleh : Iip Syafruddin**

*Ditulis untuk ikut merayakan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2010

**Penulis adalah alumni STAIN "SMHB" Serang dan beraktivitas pada LSM per-Mata Banten

Visi - Misi Pendidikan ataukah Ilusi yang Terdidik

Hari Pendidikan Nasional atau HARDIKNAS sepertinya akan kembali berlalu seperti biasa, tanggal 2 Mei yang seharusnya dijadikan tolok ukur Kebangkitan Pendidikan di tanah air tercinta sehingga mampu memeberikan semangat mengukir PRESTASI demi kemajuan bangsa hanya menjadi moment ceremonial yang lagi-lagi membosankan..


Apa hendak di kata, keinginan besar salah satu Pahlawan Nasional Indonesia yang bergelar Bapak Pendidikan Ki Hadjar Dewantoro ternyata belum tercapai.


Secara kasat mata, negeri ini sudah memiliki banyak pusat belajar mengajar baik swasta maupun negeri, formal maupun nonformal bahkan dari yang terawat hingga terabaikan, semua bisa ditemukan di negeri yang indah ini. Bahkan hal yang biasa jika kita menemukan di satu daerah berdiri megah gedung sekolah bertaraf Internasional hingga gedung yang tidak layak disebut sekolah. Yang semuanya seharusnya untuk membuat manusia-manusia yang Terdidik, Bermoral dan Bermartabat... tetapi benarkah itu.. ?


Kita harus jujur dan mau menerima bahwa pada kenyataannya semangat perrjuangan untuk mengentaskan kebodohan merosot tajam dari waktu ke waktu, dalam Laporan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Privinsi Banten tahun 2010 dinyatakan bahwa Indikator Pelayanan pendidikan yang diukur dengan rasio jumlah sekolah dan jumlah anak usia sekolah pada seluruh tingkat Pendidikan dinilai sudah membaik. Tetapi rasio pelayanan yang baik ini tidak diikuti oleh meningkatnya moralitas bangsa. Karena masih banyak masyarakat kita yang masih memerlukan perbaikan Moralitas.


Tetapi laporan RKPD ini pun seprtinya harus di garis bawahi, karena jumlah siswa putus sekolah di Provinsi Banten hingga saat ini masuh tetap tinggi, dari data BPS pada tahun 2009 untuk Kabupaten atau kota di Provinsi Banten bahwa Kota Tanggerang berada di peringkat pertama dengan jumlah siswa putus sekolah masih cukup tinggi dan di urutan terakhir d tempati Kabupaten Pandeglang dengan jumlah siswa putus sekolah mencapai 326.731 siswa.


Meskipun Kabupaten Pandeglang berada di posisi bawah tetapi fakta ini tidak bisa di abaikan, begitu saja mungkin saja pada tahun 2010 ini jumlah siwa putus sekolah semakin bertambah, rasa-rasanya untuk mengalami penurunan sangat kecil, pasalnya jumlah RTSM yang terdata mendapatkan bantuan PKH 2010 ini oleh BPS untuk Prov Banten sebanyak 26,627 RTSM dan data ini pun tentu masih di pertanyakan karena masih banyak RTSM yang belum terdata. 


Belum lagi masih banyak jumlah gedung sekolah yang rusak, rasanya harapan Pahlawan kita masih tinggi di awang-awang, ditambah lagi persoalan Moralitas anak bangsa yang katanya terdidik ternyata perlu di tinjau ulang, praktek "Pembodohan Masal" masih terus berlangsung. Semua kalangan perlu di tatar ulang, masih banyak yang bodoh, dibodohi dan membodohi.


Ajaran kepemimpinan Ki Hadjar Dewantoro yang sangat populer di kalangan masyarakat adalah Ing Ngarso Sun Tulodo, Ing Madyo Mbangun Karso, Tut Wuri Handayani. Yang pada intinya bahwa seorang pemimpin harus memiliki ketiga sifat tersebut agar dapat menjadi panutan bagi bawahan atau anak buahnya. Dan itu adalah tugas besar bagi semua manusia. 


Dalam dunia pendidikan tentu sudah asing lagi dengan kata Tut Wuri Handayani. Tut Wuri artinya mengikuti dari belakang dan Handayani berati memberikan dorongan moral atau dorongan semangat. Sehingga arti Tut Wuri Handayani ialah seorang komandan atau pimpinan yang harus memberikan dorongan moral dan semangat kerja dari belakang. Bukan melakukan pembodohan dan memberikan pelajaran untuk Membodohi seperti sekarang ini.


Oleh karena itu, marilah kita wujudkan berama-sama harapan dan cita–cita Luhur pelopor pendidikan kita agar Indonesia bisa mewujudkan cita-cita nya seperti yang termaktub dalam Undang–undang Dasar 45 yaitu terciptanya masyarakat yang cerdas dan bermartabat sehingga Negeri ini tidak lagi di jajah dengan berbagai bentuk.
Ditulis oleh: K-Mod, yang kini aktif di berbagai kegiatan sosial serta salah satu dari pengurus LSM per-MATA BANTEN.